PTK Memperkuat Pelaksanaan GCG Melalui Sosialisasi Gratifikasi

sosialisasigcg PTK launching 2 kapal baru 1 (satu) unit kapal Oil Tanker dan 1 (satu) unit kapal Oil Barge. Launching kapal Oil Tanker bertempat di galangan kapal PT. Dry Dock World Pertama Batam, Selasa 21 Juni 2016, kapal tersebut merupakan salah satu kapal PTK dengan ukuran 3500 LTDW yang rencananya akan mengangkut crude oil. Hadir pada acara tersebut Direktur Utama PTK Subagjo Hari Moeljanto, bersama dengan Manager New Building Project Agus Ridwi. Sedangkan Launching kapal Oil Barge dilaksanakan di galangan kapal PT Patria Maritim Perkasa pada Sabtu, 25 Juni 2016 yang dihadiri oleh Manager Cabang Batam sebagai perwakilan PTK.

 

Acara dibuka oleh Direktur Keuangan & SDM, Sjahril Rachmad Atas, dalam sambutannya beliau menyampaikan mengenai pentingnya penerapan GCG di PTK. Menurutnya PTK selaku perusahaan dengan cita-cita besar sebagai perusahaan berstandar internasional harus betul-betul me¬nerapkan GCG di berbagai lapisan. Sehingga sosialisasi GCG merupakan salah satu upaya agar penerapan GCG di PTK semakin melembaga. Dalam sosialisasi ini seluruh insan PTK dikumpulkan agar merapatkan barisan dan terus-menerus menggelorakan semangat untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG di dalam diri masing-masing.

Narasumber dalam acara sosialisasi GCG (Gratifikasi), Agus Widhi Nurdoko menyampaikan mengenai Policy dan GCG PT Pertamina (Persero). Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai definisi gratifikasi, tujuan pengaturan gratifikasi, jenis-jenis gratifikasi, batasan-batasan dalam gratifikasi serta mekanisme pengelolaan gratifikasi yang diterapkan di Pertamina.

Menurutnya penerapan prinsip-prinsip GCG di Pertamina telah menjadi contoh bagi BUMN-BUMN lain di Indonesia karena penerapan GCG di Pertamina telah mencapai hasil yang positif. Hal ini terbukti dari data Direktorat Gratifikasi KPK per 1 Januari 2016 yang menunjukkan jumlah pelaporan gratifikasi PT Pertamina (Persero) menempati peringkat pertama dibandingkan BUMN-BUMN lain.

Agus Widhi Nurdoko juga memaparkan acuan bagi insan Pertamina mengenai pentingnya kepatuhan dalam melaporkan tindakan gratifikasi. Hal ini demi perlindungan pribadi, maupun keluarga dari potensi tuduhan tindak pidana suap. Ia juga menegaskan, pentingnya kesadaran dalam penanganan praktik gratifikasi. Sehingga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam menjalankan kegiatan operasional dan bisnis sehari-hari.

 

About the Author

Comments are closed.